Kantor Internasional Berita Ahlulbait — ABNA — Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa tentara Israel masih terus menghancurkan infrastruktur dan kebutuhan-kebutuhan dasar kehidupan di Lebanon selatan, dengan tujuan mencegah penduduk wilayah tersebut kembali ke desa-desa mereka.
Hubungan Media Hizbullah, dalam sebuah pernyataan, menilai bahwa tanggung jawab atas berlanjutnya “kejahatan-kejahatan rezim Zionis” berada pada “keterlibatan” pemerintah Lebanon.
Hizbullah juga meminta pemerintah Lebanon agar berhenti mengabaikan tuntutan rakyat.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa apabila pemerintah Lebanon tidak mampu melaksanakan kewajibannya, maka setidaknya jangan menghalangi rakyat untuk menggunakan hak sah mereka dalam membela nyawa, tanah, dan hak-hak mereka.
Hizbullah juga meminta pemerintah Lebanon agar menjalankan tanggung jawab nasional dan konstitusionalnya, serta mengambil langkah untuk menghentikan operasi penghancuran yang dilakukan Israel.
Pada bagian akhir, gerakan ini meminta masyarakat internasional agar memikul tanggung jawabnya dan memaksa Israel menghentikan serangan-serangannya serta keluar dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki.
Meskipun Lebanon dan rezim Zionis sebelumnya telah menandatangani “kesepakatan kerangka” melalui mediasi Amerika, serangan dan pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Tel Aviv masih terus berlanjut.
Pada saat yang sama, kesepakatan ini juga menghadapi kritik. Para pengkritik menunjuk pada ketidakjelasan status hukum kesepakatan tersebut serta tidak adanya jadwal waktu yang jelas untuk penarikan pasukan Zionis.
Komentar Anda